Pages

Ads 468x60px

Senin, 07 Oktober 2013

GNH: Indikator Keberhasilan Perencanaan Kota


Kita semua tentu saja sudah familiar dengan GDP (gross domestic products) atau, dalam bahasa Indonesia, PDB (Produk Domestik Bruto). GDP atau PDB digunakan sebagai indikator pertumbuhan ekonomi nasional suatu negara. Sering kali, PDB dijadikan indikator keberhasilan ekonomi suatu negara. Bicara mengenai indikator, sudahkah perencanaan kota memiliki indikator keberhasilan programnya?

Bisakah kita menggunakan GNH sebagai indikator keberhasilan pembangunan?




GNH sebagai indikator

GNH (Gross National Happiness) atau kebahagiaan nasional bruto, dirancang untuk mengukur kualitas hidup atau kemajuan sosial secara psikologis dan lebih menyeluruh, sementara GDP yang hanya mengukur secara ekonomi (Wikipedia, 2010). Istilah GNH pertama kali diperkenalkan oleh raja Bhutan's keempat Dragon King, Jigme Singye Wangchuck pada tahun 1972. GNH mendapat berbagai reaksi beragam dari kalangan internasional. Sebagian menganggap bahwa hal ini benar dan merupakan suatu terobosan besar yang akan mempengaruhi sistem pembangunan global, sebagian lagi menyangsikannya.


Saya pribadi, menganggap ide ini menarik sekalipun tidak praktis. Menarik karena ide yang menurut sebagian kalangan menggelikan ini justru memiliki esensi yang luar biasa mulia. Tidak praktis karena: bagaimana mungkin sebuah lembaga dapat mengukur kebahagiaan penduduk dan mengakumulasikannya? GNH adalah hasil dari pemikiran yang dalam, yang sensitif terhadap kemajuan kesejahteraan masyarakat. Tidak seperti GDP yang mengukur kemajuan secara kuantitas, GNH memberi penekanan pada penekanan kualitas hidup.
"Recording the percentage of people who say they are happy will tell you... [just] how people use words," -Deirdre McCloskey
Meskipun idenya baik, GNH dianggap memiliki banyak kecacatan. Mulai dari variable-variabel kebahagian yang tidak dapat diukur, kemudian asumsi bahwa kebahagian tidak memiliki nilai yang sama bagi setiap orang. Sebagian orang menganggap GNH belum sempurna.

GNH sebagai indikator bagi perencanaan kota


The four pillars of GNH are the promotion of sustainable development, preservation and promotion of cultural values, conservation of the natural environment, and establishment of good governance. (Wikipedia,2010)
sumber: www.bhutan2008.bt
Sangat mungkin untuk menjadikan GNH sebagai indikator keberhasilan perencanaan kota. 4 pilar GNH, seperti yang disebutkan diatas, merupakan unsur-unsur yang selama ini menjadi tujuan perencanaan kota. Masalahnya adalah, Bhutan sendiri, sekalipun tercatat dalam peringkat ke 12 GNH tertinggi, justru memiliki GDP yang sangat rendah. Ini berarti, ekonomi bukan merupakan faktor yang dianggap penting dalam pembangunan sebuah negara. Sekalipun ekonomi tidak berpengaruh pada pembangunan dari segi psikologi, perekonomian yang baik mutlak diperlukan dalam pembangunan fisik. Perekonomianlah yang menggerakan roda-roda pembangunan, karena dari sektor ekonomi, pemerintah mendapat materi untuk pembangunan.

Kesimpulannya, GDP dapat digunakan sebagai indeks yang menunjukan kemungkinan pembangunan, sekaligus menjadi dasar pembangunan. Karena GDP dapat dijadikan indikator pertumbuhan dan perkembangan fisik suatu negara. Sementara GNH dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan pembangunan dari segi psikologis dan spiritual. 


Baca Mengenai GNH:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar