Pages

Ads 468x60px

Minggu, 06 Oktober 2013

Pentingnya Pedestrian dalam Perencanaan Kota


Tinggal di lingkungan yang sehat, nyaman dan bebas dari polusi adalah mimpi semua masyarakat. Namun dengan terus meningkatnya konsumsi kendaraan yang memicu peningkatan laju pemanasan global membuat masyarakat skeptis akan terwujudnya lingkungan ideal. Belum lagi pembangunan yang dilakukan seakan melupakan kebutuhan dan kenyamanan masyarakat akan lingkungan yang nyaman. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan membangun lingkungan yang ramah bagi pejalan kaki.


Bagaimana hal ini bisa membangun lingkungan yang ideal?










Beberapa manfaat serta nilai tambah yang bisa diperoleh dari pembangunan jalur pedestrian di antaranya adalah lebih banyak ruang publik bagi warga kota. Perkembangan kota yang bergulir cepat memang terkadang melupakan kebutuhan warga akan ruang terbuka yang aman dan nyaman. Lingkungan yang ideal adalah lingkungan yang bebas polusi. Dengan merancang lingkungan yang ramah bagi pengguna jalan, diharapkan penggunaan kendaraan bermotor dapat ditekan. Yang berarti, menekan emisi polutan dari kendaraan bermotor seperti karbon monoksida (CO).

Karbon dioksida yang dihasilkan kendaraan bemotor merupakan salah satu faktor penyebab global warming. Meningkatnya laju global warming berakibat pada meningkatnya suhu permukaan bumi. Dengan membangun lingkungan yang ramah pejalan kaki, suatu komunitas berkontribusi langsung pada pencegahan global warming.


Tidak hanya ketersedian akses untuk pejalan kaki, kenyamanan dan keamanan pejalan kaki sendiri harus menjadi perhatian utama dalam pembangunan. Pembangunan fasilitas pedestrian harus didesain sedemikian rupa sehingga baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan bermotor merasa nyaman. Rata-rata kecepatan pejalan kaki adalah 4,6 kilometer perjam (Aspelin, 2005). Rata-rata orang akan memilih untuk berjalan kaki jika jarak yang harus ditempuh kurang dari 400 meter (humantransit.org) atau dalam waktu tempuh 5 menit. Selebihnya, orang akan cenderung memilih menggunakan moda transportasi bermotor. Bayangkan jika transportasi umum dapat dicapai kurang dari 400 meter, hal ini akan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor sehingga menjadi salah satu cara untuk mengurai kemacetan.

sumber: candychang.com
Lingkungan ideal adalah lingkungan yang menyehatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki adalah dengan ‘membangun’ peneduh untuk pejalan kaki. Peneduh bisa berupa pepohonan. Selain sebagai peneduh, pepohonan akan menjadi sarana penghijauan. Dapat juga membantu penciptaan kesehatan lingkungan kota dengan penurunan tingkat polusi dan meningkatkan kualitas udara kota.

Dari segi ekonomi, hal ini mampu menghidupkan kembali fungsi perdagangan dan jasa di tepi jalan raya kota.   Selain itu, dengan berjalan kaki, turis akan berbelanja lebih banyak karena memiliki kesempatan lebih dekat dengan etalase pertokoan.  Pemerintah semestinya membuat semua jalur pedestrian menjadi nyaman dan bersahabat agar masyarakat lebih memilih berjalan kaki daripada naik kendaraan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar